Pages

Jumat, 26 April 2013

Contoh Laporan Perjalanan || PR GUSTU


LAPORAN PERJALANAN
KARYA WISATA DAN TIRTA YATRA
 KELAS XII SMA NEGERI 1 NEGARA
TAHUN PELAJARAN
 2012/2013






Oleh  XII IPA 4:
Ida Bagus Ngurah Ari Putra Wirawan
NIS : 10712

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA
PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

SMA NEGERI 1 NEGARA









LAPORAN PERJALANAN
KARYA WISATA DAN TIRTA YATRA
 KELAS XII SMA NEGERI 1 NEGARA
TAHUN PELAJARAN
 2012/2013






Oleh  XII IPA 4:
Ida Bagus Ngurah Ari Putra Wirawan
Nis : 10712








PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA
PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 NEGARA
LEMBAR PERSETUJUAN






Disetujui pada :


Hari       :
Tanggal  :
 






                                                                                                                                         




Guru Pembimbing,









I Ketut Wiana, S.Pd




NIP : 19581231 198703 1 139

 



























 


LEMBAR PENGESAHAN









Disahkan pada :


Hari       :
Tanggal  :
 

Kepala SMA N 1 Negara,








Drs. Putu Prapta Arya



NIP : 19631010 199412 1 001



 



































KATA PENGANTAR

            Seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kami menyadari bahwa berkat rahmat dan hidayat-Nya kami dapat menyelesaikan laporan perjalanan ini dengan judul “Laporan Perjalanan Karya Wisata dan Tirta Yatra Kelas XII SMAN 1 Negara Tahun Pelajaran 2012-2013’’ Sehubungan dengan tersusunnya laporan perjalanan ini, kami mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulisan laporan  ini. Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Bapak Drs. Putu Prapta Arya selaku Kepala SMA Negeri 1 Negara.
2.      Bapak I Ketut Wiana S.Pd, selaku pembimbing dalam penulisan laporan perjalanan ini.
3.      Rekan-rekan  yang telah membantu dalam penyusunan laporan perjalanan  ini.
4.      Pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan laporan perjalanan ini.
            Semoga laporan perjalanan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami dan bagi pembaca pada umumnya untuk saat ini maupun ke depannya.
            Kami menyadari bahwa laporan perjalan ini masih terdapat kekuranagn dan kelemahannya. Oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca akan kami terima dengan senang hati demi penyempurnaan dalam laporan perjalan ini di masa yang akan datang.






Penulis
 
Jembrana, 17  Januari 2013











MOTTO

“Kebersamaan merupakan kekompakan yang penuh rasa suka dan duka dengan seiring berjalanannya waktu’’
































DAFTAR  ISI
Lembar Judul.................................................................................................... i
Lembar Persetujuan.......................................................................................... ii
Lembar Pengesahan.......................................................................................... iii
Motto................................................................................................................ iv
Kata Pengantar................................................................................................. v
Daftar Isi.......................................................................................................... vi

BAB I Pendahuluan......................................................................................... 1
            1.1 Latar Belakang Kegiatan................................................................ 1
            1.2 Tujuan Penulisan Laporan.............................................................. 2
            1.3 Hasil yang Diharapkan................................................................... 2
           
BAB II Pembahasan......................................................................................... 3
            2.1 Keberangkatan (Sabtu,15 Desember 2012).................................... 3
            2.2 Perjalanan Menuju Jatim-Bogor (Minggu, 16 Desember 2012)..... 4
            2.3  Perjalanan Menuju Bogor (Senin, 17 Desember 2012).................. 5
                   2.3.1 Pura Jagat Kartha Gunung Salak, Bogor ............................. 5
                   2.3.2 Mega Grosir Cempaka Emas (ITC)...................................... 6
            2.4 Perjalanan Menuju Jakarta (Selasa, 18 Desember 2012)................ 7
                   2.4.1 Monumen Nasional (Monas)................................................ 8
                   2.4.2 Dunia Fantasi (Dufan), Ancol.............................................. 11
            2.5 Perjalanan Menuju Bandung (Rabu, 19 Desember 2012).............. 16                             2.5.1 Gedung DPR            16
                   2.5.2 Monumen Pancasila Sakti (Lubang Buaya).......................... 18
                   2.5.3 Teater IMAX Keong Emas, TMII........................................ 24
                   2.5.4 Pusat Sepatu Cibaduyut, Bandung...................................... 25
            2.6 Perjalanan Menuju Yogyakarta (Kamis, 20 Desember 2012)......... 26
                   2.6.1 Museum TNI AU Dirgantara............................................... 26
                   2.6.2 Kebun Binatang Gembira Loka............................................ 28
                   2.6.3 Candi Borobudur.................................................................. 29
                   2.6.4 Malioboro............................................................................. 33

            2.7 Perjalanan Menuju Jateng (Jumat, 21 Desember 2012).................. 34
                   2.7.1 Keraton Yogyakarta............................................................. 34
                   2.7.2 Candi Prambanan................................................................. 38
                   2.7.3 Museum Fosil Sangiran / Tawan Mangu.............................. 40
            2.8 Perjalanan Menuju Bali / Pulang (Sabtu, 22 Desember 2012) ....... 41

BAB III Penutup.............................................................................................. 43
            5.1 Kesimpulan..................................................................................... 43
            5.2 Saran-saran..................................................................................... 43

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN FOTO

























BAB I
PENDAHULUAN
            Dalam bab pendahuluan ini akan diuraikan tentang : Latar Belakang, Tujuan Laporan, Hasil yang Diharapkan dari diadakannya kegiatan karya wisata yang diadakan SMA Negeri 1 Negara.

1.1   Latar Belakang Kegiatan
            Dalam melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang pelajar tentunya  disibukkan dengan rutinitas belajar, dengan menjalani hari-hari yang berkutat dengan buku-buku, terpaku dengan sekian banyak pelajaran dan kewajiban-kewajiban lainnya di sekolah. Tidak hanya itu, waktu untuk kita bermain setidaknya akan berkurang karena kita telah disibukkan dengan kegiatan belajar di sekolah maupun tugas-tugas lainnya. Hal ini memicu timbulnya rasa jenuh di kalangan pelajar, tidak terkecuali pelajar di SMA Negeri 1 Negara. Tekanan psikis terberat tentunya dialami pelajar kelas XII. Hal ini dikarenakan adanya tantangan dalam menghadapi ujian nasioanl dan memilih perguruan tinggi. Seringkali ini menjadi pemicu stres terbesar yang menyebabkan etos belajar turun sedikit demi sedikit. Hal ini juga bisa membuat para siswa menjadi malas untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Untuk itu dirasa perlu suatu rekreasi atau hiburan guna memulihkan kembali semangat dan motivasi.
             Salah satu alternatif yang tepat adalah dengan diadakannya karya wisata. Cara jitu ini menjadi pilihan yang menyenangkan dan banyak peminatnya. Indahnya romansa kebersamaan, petualangan serta melihat daerah baru yang mungkin belum pernah dikunjungi adalah segelintir dari hikmah karya wisata. Dengan harapan, kami bisa membuka pikiran,mencari lebih banyak pengetahuan, sembari membuat sendiri kisah masa SMA kami. Meski takkan terulang lagi, namun kenangannya takkan lekang oleh waktu. 
             Ibarat gayung yang bersambut, sesuai dengan program tahunan OSIS SMA Negeri 1 Negara, tahun ini program karya wisata yang diperuntukkan bagi siswa kelas XII sepakat untuk dilaksanakan pada tanggal 15-22 Desember 2012. Dengan rute perjalanan Jawa Barat-Jawa Tengah.

1.2  Tujuan Penulisan Laporan
            Adapun tujuan yang dapat diperoleh dari adanya kegiatan karya wisata ini, mengarah pada suatu konsep yaitu :
  1. Sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan yang telah diadakan.
  2. Sebagai acuan untuk membenahi kegiatan yang serupa di tahun yang mendatang.
  3. Memberikan informasi tentang jalannya kegiatan karya wisata kepada pihak yang berkepentingan.
  4. Mengambil hikmah melalui kegiatan karya wisata bagi kami.
  5. Menjadi pertanggungjawaban kami sebagai tugas akhir kegiatan karya wisata.
  6. Untuk memenuhi persyaratan ujian nasional tahun 2013.

1.3 Hasil yang Diharapkan
            Sejalan dengan tujuan di atas, maka hasil yang diharapkan dengan diadakannya karya wisata ini adalah :
1.        Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Tirta Yatra ke Pura Jagat Kartha Gunung Salak, Bogor.
2.        Mengenal dan mengetahui lingkungan geografis di luar Bali.
3.        Menambah wawasan para siswa untuk mengenal tempat-tempat bersejarah atau pun tempat-tempat wisata di luar Bali khususnya.
4.        Memupuk rasa persaudaran dan kekeluargaan antar siswa dan guru.
5.        Menyegarkan kembali pikiran yang jenuh.
6.        Membangkitkan etos dan semangat belajar siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional.

BAB II
PEMBAHASAN

            Dalam bab ini akan dijelaskan tentang uruan perjalanan dan suasana selama kegiatan karya wisata ini berlangsung dari keberangkatan sampai pulang.

2.1  Keberangkatan  (Sabtu, 15 Desember 2012)
            Sekitar pukul 22.00 WITA, suasana Jalan Ngurah Rai sangat ramai terutama di depan SMAN 1 Negara. Kerumunan tersebut terdiri dari siswa-siswa yang akan berdarmawisata ke Pulau Jawa, serta orang-orang yang mengantar keberangkatan siswa tersebut antara lain keluarga serta kerabat.
            Les Tours & Travel, itulah agen travel yang akan memandu kami selama perjalanan kali ini. Satu demi satu bus dari bus 1,bus 2, bus 3 dan bus 4 tiba. Sekitar pukul 23.00 WITA kami segera masuk ke bis masing-masing untuk mencari tempat duduk dan meletakkan barang bawaan.
Tak lama kemudian, pendamping bus kami yang bernama Om Made menginfromasikan bahwa bus akan segera berangkat. Dan ini artinya petualangan yang telah kita tunggu-tunggu akan segera dimulai. Perlahan bus mulai bergerak dan tersirat doa serta harapan kami kepada Tuhan agar perjalanan ini lancar dan kami semua selamat sampai pulang nanti.
            Akhirnya sekitar pukul 00.20 rombongan tiba di Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi batas antara Pulau Bali dan Jawa. Setelah menunggu cukup lama tiba giliran rombongan kami untuk memasuki kapal. Pukul 00.57 WITA kapal yang kami tumpangi akhirnya perlahan berjalan. Memakan waktu kurang lebih satu jam lamanya kita terombang-ambing di atas laut, kamipun menghabiskan waktu dengan bersendagurau dengan teman-teman  dan akhirnya tiba di Pulau Jawa sekitar pukul 00.55 WIB.



2.2  Perjalanan menuju Jatim – Bogor (Minggu, 16 Desember 2012 )
Tak terasa waktu telah berganti. Matahari menyapa rombongan SMAN 1 Negara dengan senyum manisnya. Menjadi hari pertama sekaligus menjadi hari yang sangat panjang bagi kami semua. Kurang lebih dua puluh empat jam lamanya kita akan berada dalam perjalanan menuju ke kota Bogor.
            Tepat pukul 06.15 WIB kami tiba di Rumah Makan Bromo Asri. Rumah makannya cukup luas. Meja prasmanan. Itulah yang menjadi tujuan kami. Dengan menu ayam goreng, sayur soup, dan teh sebagai minumnya kami langsung menikmati makan pagi yang begitu nikmat. Setelah usai makan, banyak pula teman-teman yang sekedar mencuci muka sebelum sarapan. Setelah sekitar 1 jam lamanya akhirnya bus melanjutkan perjalannya..
            Banyak hal baru yang dapat kami lihat selama dalam perjalanan. Seperti melihat becak dan suasana daerah di kawasan Jawa Timur. Pada saat di dalam bis kami habiskan dengan mengobrol, bercanda, dan juga ada yang tertidur dengan lelapnya.
            Perjalanan rombongan berhenti kembali di rumah makan Wahyu Utama. Waktu menunjukkan pukul 12.15 WIB saat kita tiba di sana. Setelah menikmati makan siang, tak lupa kami ke toilet untuk membersihkan diri seperti cuci muka, maupun buang air.
            Seperti biasa, sebelum bus melanjutkan perjalanan setiap koordinator bus mengecek teman-teman dan guru pendamping. 12.50 WIB, perjalanan berlanjut. Perjalanan masih panjang untuk menghabiskan waktu banyak dari kami yang bermain handphone, mengobrol, dan pada akhirnya sebagian besar siswa mengantuk dan tertidur pulas.
Cukup jauh jarak dari makan siang ke makan malam kira-kira delapan jam lamanya. Itu membuat beberapa siswa kelaparan dan membuka bekal makanannya, yang kemudian segera menyodori makanannya kepada siswa lain di sekitar tempat duduknya.
            Akhirnya sekitar pukul 17.15 WIB rombongan karya wisata SMAN 1 Negara tiba di Yogyakarta. Kota yang begitu indah dan sangat kental dengan unsur jawanya. Sekitar pukul 17.25 WIB rumah makan Kurnia Putra menjadi rumah makan terakhir yang kami kunjungi di hari pertama ini.
            Kami beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bogor. Dengan waktu tempuh yang cukup lama sehingga kami beristirahat penuh di dalam bus.

2.3 Perjalanan menuju Bogor ( 17 Desember 2012 )
Sekitar pukul 07.30 WIB rombongan karya wisata SMAN 1 Negara tiba di rumah makan Taman Sari. Disana kami makan sekaligus transit (mandi, ganti pakaian ). Setelah kita makan kami di berikan waktu sekitar 30 menit untuk beristirahat, namun waktu itu kami pergunakan untuk berfoto-foto bersama teman-teman dan guru-guru. Saking asyiknya berfoto tidak terasa waktu istirahat sudah selesai dan kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Pura Jagat Kartha Gunung Salak.

 2.3.1 Pura Jagat Karta Gunung Salak, Bogor
             Pura ini berada di lereng Gunung Salak yang dalam kepercayaan Hindu, gunung merupakan pra-lambang dari kesucian. Orang-orang dari masa lalu seolah telah mewariskan pandangan bahwa pergi ke gunung ibarat perjalanan mencapai keheningan yang terdalam. Gunung telah menjadi semacam simbol pencapaian spiritualitas manusia dan alam.
            Pura ini sangat terbuka bagi siapa saja untuk melakukan meditasi yang pemaknaannya lebih dekat dengan pemujaan terhadap Sang Pencipta sebagai sumber energi yang memberi hidup. Meditasi tak hanya dilakukan oleh komunitas Sunda yang merasa memiliki kaitan ”sejarah” dengan Kerajaan Pajajaran, tetapi juga oleh kelompok-kelompok meditasi yang mengkaji spiritualitas dengan jalan pengetahuan metafisika.
            Pura yang luasnya hampir tiga hektar tersebut benar-benar dimaksudkan sebagai pemberi cahaya bagi peningkatan kualitas spiritual umat manusia. Oleh karena itu, meski berada dalam lingkungan umat Muslim, kehadiran tempat suci tidak pernah dianggap sebagai ancaman. Bahkan, para pengempon pura sepakat membangunkan tempat ibadah bagi umat Muslim yang ada di Kampung Loak. Sampai sekarang sebuah masjid berdiri agung di hulu pura, bagai dua saudara yang saling menjaga.
          Kami mempersiapkan sarana persembahyangan yang akan digunakan. Walaupun rintik hujan menemani saat teman-teman yang beragama Hindu bersembahyang, namun suasana hening dan khusuk tetap terasa saat mulai melangkahkan kaki di area pura. Ada beberapa peraturan yang harus ditaati saat memasuki pura seperti : tidak boleh memakai alas kaki dan tidak diperkenankan menghidupkan HP saat persembahyangan dimulai. Selain itu juga, suasana keadaan pura yang sangat bersih sehingga terlihat begitu asri. Namun, kami sangat terpikat dengan nuansa pura yang berbeda seperti pura-pura yang ada di Bali. Biasanya pada pura yang berada di Bali setelah sembahyang bunga, dupa maupun canang berserakan sehingga terlihat halaman pura begitu kotor tapi nyatanya pada pura ini kebersihan sangat diperhitungkan tak ada satupun sampah berupa bunga, dupa maupun canang. Di pura ini diterapkan pola rute kebersihan dimana dupa dan bunga yang sudah dipergunakan di kumpulkan kembali dimulai dari kiri ke kanan.
          Waktu persembahyangan pun selesai. Kami langsung menuju jeroan untuk makan siang secara prasmanan. Setelah itu, kami semua kembali ke bus. Akhirnya perjalanan pun berlanjut. Sekitar pukul 14.00 WIB  kami meninggalkan Pura Jagat Kartha dan menuju ke Jakarta yakni Shoping di Mega Grosir Cempaka Emas.
         
2.3.2 Mega Grosir Cempaka Emas (ITC)
            ITC Cempaka Mas adalah pusat grosir terbesar di Asia Tenggara dengan 6.000 kios dalam 5 lantai. ITC Cempaka Emas terletak di daerah yang stratergis karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Penyewa terbesar yang ada di mal ini adalah Carrefour, Timezone, Gramedia dan Pizza Hut. Selain itu, ITC Cempaka Emas juga dikenal sebagai pusat penjualan handphone terbesar setelah ITC Roxi Mas. ITC Cempaka Emas memiliki beberapa lantai diantaranya sebagai berikut :
Lantai bawah : Carrefour, Gramedia, Multiproduk, Toko mainan
Mezzanine dan lantai dasar :Multiproduk
Lantai 1 : Pusat pakaian, tas, sandal, jam, dan parfum
Lantai 2 :Pusat pakaian dan pakaian muslim
Lantai 3 :Pusat batik, butik, pakaian dan pakaian muslim
Lantai 4 : Pusat telepon genggam, asesoris telepon genggam, komputer dan video game
Lantai 5 : Pusat pakaian dan makanan
Lantai 6 : Pusat komputer, notebook, dan asesoris komputer
            Masalah harga, harganya cukup beragam. Bahkan boleh dibilang harganya lebih murah daripada barang-barang serupa yang ada di Jembrana. Tak ayal, maka kami dimanjakan dengan barang-barang murah yang berkualitas. Tanpa membuang waktu, kami langsung menyisir toko satu ke toko lainnya. Setelah puas berbelanja, kami langsung menuju bus dan disana para pendamping membagikan makan malam berupa nasi kotak.
Selanjutnya kami menuju Hotel, untuk bus 1 dan 2 menginap di Hotel Permata Indah 1, sedangkan untuk bus 3 dan 4 menginap di Hotel Permata Indah 2 yang letaknya tidak jauh dari Hotel Permata Indah 1. Akhirnya kami sampai di hotel pada pukul 21.00 WIB. Sebelum terlelap tidur terdengar suara sorak-sorai dari lorong yang berada di lantai dua malam itu. Pada saat itu menjadi malam yang indah. Beberapa dari kami memilih untuk tidur langsung. Tapi sebagian besar menikmati malam di Jakarta dengan ngobrol bersama maupun jalan-jalan di sekitar hotel.

2.4 Perjalanan menuju Jakarta ( 18 Desember 2012 )
      Keesokan harinya sekitar pukul 05.00 WIB kami dibangunkan oleh deringan telepon dari pemandu bus yang memberitahukan untuk bersiap-siap menuju lokasi makan pagi yang tepatnya bertempat di Hotel Permata Indah 2. Setelah menikmati makan pagi yang bermenu nasi goreng dan es teh/teh hangat, sambil menuggu teman-teman yang masih menikmati makan paginya kami berkesempatan untuk foto-foto bersama. Setelah semua selesai makan kami menuju bus untuk mengunjungi wisata ternama yang ada di Jakarta yakni Monas dan Dufan-Ancol.

2.4.1    Monumen Nasional (Monas)
            Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter.
            Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
            Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas. Dari pelataran puncak, 17 meter lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter dan ruang museum sejarah 8 meter. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 meter, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).
            Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 meter di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning". Landasan dasar Monas setinggi 3 meter, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
            Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.
            Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter. Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
            Dari pelataran puncak, 17 meter lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter dan ruang museum sejarah 8 meter. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 meter, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI ( 17-8-1945 ). Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.
            Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 meter di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning". Landasan dasar Monas setinggi 3 meter, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.
            Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
            Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.

2.4.2    Dunia Fantasi (Dufan), Ancol
            Dunia Fantasi atau disebut juga Dufan yang diresmikan pada 29 Agustus 1985 adalah tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Ancol Taman Impian), Jakarta Utara, Indonesia.
            Dunia Fantasi memiliki maskot seekor kera bekantan yang bernama Dufan lahir tanggal 29 Agustus 1985.
            Dunia Fantasi dibagi dalam beberapa kawasan dengan tema tersendiri dan ciri khas wilayah masing-masing. Pembagian kawasan ini ditujukan untuk membangkitkan imajinasi pengunjung yang diharapkan merasakan sensasi berjalan-jalan pada daerah Jakarta zaman dahulu, Eropa, Amerika, Indonesia, Asia, fantasi Yunani, fantasi hikayat, balara, Eropa dan istabon.
            Selain atraksi permainan, kawasan ini juga memiliki sejumlah restoran dan toko-toko suvenir. Luas Dunia Fantasi mencapai 9,5 hektar (perlu konfirmasi) dari rencana pembangunan 552 hektar kawasan hiburan terpadu Taman Impian Jaya Ancol.
Kawasan Jakarta
Turangga Rangga, merupakan ciri khas taman permainan di Kawasan Jakarta. Permainan ini berupa sebuah komidi putar
Kawasan Balada Kera
    * Balada Kera
Adalah panggung yang menyajikan musik operet karikatural yang diperankan oleh 23 boneka animatronik, berbentuk gorila dan simpanse. Kesemuanya digerakkan dengan teknologi buatan Indonesia.
    * Ubangga
    * Safari Game
Kawasan Indonesia
    * Alap-Alap
    *  Tornado
Wahana ini beroperasi sejak 10 Juni 2007, diresmikan oleh Gubernur Jakarta Sutiyoso dan merupakan wahana paling menegangkan dari semua arena di dufan. Wahana ini juga sangat memacu adrenalin karena cara pengoperasiannya,yaitu saat mulai kita langsung naik keatas lalu kita dijungkir balikkan. Begitu juga saat kita diturunkan juga dijungkir balikkan. Wahana ini paling banyak diminati oleh masyarakat luas; selain memacu adrenalin, wahana ini juga menyenangkan.
Kawasan Eropa
    *  Beng Beng
 * Kicir Kicir adalah sebuah kincir raksasa yang akan memutar penumpang ke segala arah.
    *  Hysteria
Hysteria berupa menara setinggi 56 meter. Di wahana ini, pengunjung dapat merasakan desiran adrenalin saat ditembakkan ke atas dengan kecepatan mencapai 4 G dan kemudian dijatuhkan dengan kapasitas minus 1 G. Satu menara memiliki kapasitas 12 tempat duduk. Ancol akan membuat dua menara.
    * Panggung Maksima
            Panggung maksima adalah panggung dimana biasanya para musisi, koreografer serta dramawan terkenal di negeri ini mementaskan karyanya. Artis yang pernah mementaskan karyanya disini, antara lain adalah Guruh Soekarno Putra, N. Riantiarno, Harry Rusli. biasanya setiap hari sabtu sering diadakan acara dufan show acara ini kurang lebih mementaskan 300 artis studio fantasi. beberapa acara yg pernah di adakan di panggung maksima yaitu operet sleeping beauty, putri salju, dufan incredible extravaganza, bon aniversaire dunia fantasi, zabogar, junggle night fantasy, jesus crist superstars, dufan super stars show, opera rama shita legenda masa depan, opera mahabaratha, opera fantasia, dufan dan dufi di dunia mimpi, dufan show ulang tahun ke 18, dufan show lebaran, dufan show natal, dufan show sampek engtay, dufan show perang bintang, colour guard show dan percusion attraction.
Kawasan fantasi Hikayat
    * Burung Tempur
    * Perang Bintang
Adalah wahana yang dibangun dengan latar lingkungan masa depan. Pengunjung dipersiapkan seakan akan sedang mengarungi angkasa luar dengan menaiki kendaraan semacam piring terbang yang dilengkapi dengan persenjataan laser.
    * Hikayat Game
    * Rajawali
    * hall rama shita legenda masa depan
Kawasan Fantasi Yunani
Kawasan ini merupakan daya tarik utama dari seluruh wilayah dufan. Disinilah lokasi permainan yang paling mendebarkan yang mengutamakan kecepatan, naik turun, menikung tajam, berputar di kumpulkan menjadi satu.
    * Halilintar
Halilintar beroperasi sejak tahun 1987. Dalam satu rangkaian kereta terdapat 6 gerbong, dimana dalam satu gerbong memuat dua baris dan dua kolom tempat duduk. Total kapasitas dalam satu rangkaian kereta adalah 24 penumpang.
    * Ombang Ambing
    * Ontang Anting
    * Pontang Pontang
    * Arung Jeram
    * Teater Simulator, film sebelumnya antara lain Turbo Tour atau Robocop yang ditayangkan pada tahun 1992, Dinosaurus (1997), Wing’s Discovery (2000), Star Warrior (2004), Meteor Attack (2006), Extreem Log (2008) dan journey to the center of the earth (2010) new movie.
Historical Dunia Fantasi
    * Pentas Prestasi
Kawasan Amerika
    * Lorong Sesat
Lorong Sesat, terdiri dari lorong berdinding kaca sepanjang lebih dari 90 meter, memberi refleksi tak terbatas sehingga terasa seakan tak ada dimensi ruang
    * Niagara
Kereta luncur Niagara gara, yaitu perahu berbentuk balok kayu yang meluncur bertualang mengikuti arus air. Kemudian, pada klimaksnya, naik setinggi 30 meter dan terjun seolah-olah mencebur mengikuti air terjun sungai-sungai di Amerika.
    * Poci Poci
    * Rango Rango
Di rumah miring Rango Rango, bangunan rumah kayu bergaya country, pengunjung akan menikmati pengalaman aneh, seolah-olah kehilangan orientasi gravitasi.
    * Tembak Jitu
Arena Tembak Jitu akan membawa pengunjung ke alam Wild West, di mana ketangkasan menembak akan diuji dengan sasaran tembak 100 boneka animatronik.
Kawasan Istabon
    * Istana Boneka
Istana ini dirancang dengan nuansa gabungan 10 gaya bangunan arsitektur Indonesia, yang distilir hingga menjadi sebuah bangunan baru, dan berwarna-warni sehingga memberi kesan semarak dan unik. Di dalamnya, sambil berperahu, pegunjung diajak menjelajahi dan merasakan beragam budaya etnis seluruh nusantara maupun berbagai bangsa, diiringi lagu rakyat setempat yang mengesankan. Ada sekitar 600 boneka animatronik. Wahana ini merupakan bangunan tertutup yang dilengkapi dengan penyejuk ruangan.
Kawasan Asia
    * Baku Toki
    * Bianglala
Merupakan Kincir setinggi 33 meter. Adalah salah satu bangunan tertinggi di Dunia Fantasi, bila kita berada di bagian atas kincir, kita akan dapat melihat cakrawala laut serta bangunan-bangunan seisi Dunia Fantasi. Bianglala dibangun dengan arsitektur dan ornamen bernuansa warna khas Thailand.
    * Gajah Bledug
    * Kora Kora
adalah wahana berbentuk kapal besar yang berayun hampir 90 derajat. Sensasi yang diberikan pada wahana ini adalah kegerian pada saat berada dipuncak ketinggian dan pada saat berayun turun.
EX WAHANA
    * Puri Mistery
    * Rama Shita Legenda Masa Depan
    * Yunior Bogati
    * Balon Race
    * Undur-Undur
    * Kunang-Kunang
    * Panggung Jakarta
    * Annimatronic Theater of Science
    * Red Baroon
Fasilitas yang dapat diperoleh
    * Telepon Umum
    * PPPK
    * Toilet
    * Berbagai acara yang ada di Dufan
    * Kursi roda
    * Parade
    * Mushola
    * Fasttrack
    * Club Dufan dan Lounge
Euforia dunia fantasi hidup dalam parade mingguan lebih dari 200 profesional seniman, penari dan musisi semua dalam costume menarik, spektakuler dan dijamin sebagai razzmatazz parade melalui dunia yang banyak dari dunia fantasi. Parade akan hadir setiap hari minggu atau libur nasional.
    * Parade Akbar Dunia Fantasi (1985 - 1987)
    * Parade Dufan Show (1987 - 1989)
    * Parade Dufan (1989 - 1990)
    * Parade Ultah Dufan ke-5 (1990 - 1994)
    * Parade Rama Shita (1994 - 1998)
    * Parade Keliling Dunia Fantasi (1998 - 2004)
    * Parade Perang Bintang (2004 - 2007)
    * Dufan Around The World Parade (2007 - 2008)
    * Dufan Fantasy Parade (2008 - 2009)
    * Dufan Entertaiment Spirit Parade (2009 - 2010)
    * The Fun Parade (2010 - Present)
            Sekitar pukul 14.00 WIB kami sampai di Dufan. Kami begitu antusias dan bersemangat saat kami berada di Dufan. Semua wahana ingin kami rasakan sensasinya. Tapi itu tidak mungkin. Karena waktu yang terbatas dan kondisi kami yang cukup lelah. Selain itu cuaca yang sangat kurang mendukung dengan hujan yang tidak henti-hentinya membuat kami geram sebab sebagian besar dari kami tidak dapat menikmati wahana yang ada di Dufan. Kami merasa sangat kecewa lagi, karena dalam pembagian makan siang kami antreannya sangat panjang. Bahkan sampai menimbulkan perseteruan dari pengunjung lainnya. Kami hanya bisa mencoba beberapa wahana saja. Setelah puas bermain-main tak terasa hari  sudah semakin malam. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali ke hotel untuk beristirahat.

2.5 Perjalan menuju Bandung ( 19 Desember 2012 )
      Di hari keempat ini rombongan kami bersiap-siap untuk C/o dari hotel dan tak lupa kami menikmati sarapan pagi dengan menu nasi kuning dan es teh/teh hangat. Setelah semua dapat menikmati sarapan pagi kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Gedung DPR/RI, Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, TMII Teater Imax Keong Emas, serta Cibaduyut.
     
2.5.1 Gedung DPR
            (DPR/MPR) didirikan pada 8 Maret 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mencetuskan untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang merupakan wadah dari semua New Emerging Forces. Anggota-anggotanya direncanakan terdiri dari negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, negara-negara Sosialis, negara-negara Komunis, dan semua Progresive Forces dalam kapitalis.
Conefo dimaksudkan sebagai suatu tandingan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Melalui Keppres No. 48/1965, Soekarno menugaskan kepada Soeprajogi sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (PUT). Menteri PUT kemudian menerbitkan Peraturan Menteri PUT No. 6/PRT/1965 tentang Komando Pembangunan Proyek Conefo.
1.      Pembangunan
            Bertepatan dengan Perayaan Dasa Warsa Konferensi Asia-Afrika pada 19 April 1965 dipancangkanlah tiang pertama pembangunan proyek political venues di Komplek Senayan Jakarta. Rancangan Soejoedi Wirjoatmodjo Dpl Ing ditetapkan dan disahkan presiden pada 22 Februari 1965. Maketnya menampakkan seluruh bangunan komplek dan rancangan aslinya tampak keseluruhan saat dipandang dari Jembatan Semanggi.
Ketika pembangunannya dilanjutkan oleh pemerintah Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto, nuansa danau buatan tak tampak dan bangunan komplek terlihat ketika melewati Jalan Gatot Subroto. Ruang Arkada di bawah tanah ditiadakan dan luasnya menjadi 60 ha, dengan luas bangunan sekitar 80.000 m2.
            Komplek DPR/MPR terdiri dari Gedung Utama (Nusantara) yang berbentuk kubah, Nusantara I atau Lokawirasabha setinggi 100 meter dengan 24 lantai, Nusantara II, Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V. Di tengah halaman terdapat air mancur dan "Elemen Elektrik". Juga berdiri Gedung Sekretariat Jenderal dan sebuah Masjid. Atas amandemen Undang-undang Dasar 1945 (UUD'45), dalam Komplek DPR/MPR telah berdiri bangunan baru untuk kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
2.      Lokasi
            Komplek DPR/MPR tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelah barat berbatasan dengan Jalan Gelora, sebelah selatan dengan Komplek Kantor Menteri Olahraga RI, Komplek Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan Komplek Taman Ria Senayan, di sebelah timur berbatasan dengan Jalan Gatot Subroto, dan Komplek Menteri Kehutanan di sebelah utaranya.
            Lokasi demonstrasi gedung DPR/MPR yang diduduki oleh mahasiswa pada mei 1998.Pemandangan yang paling jelas saat dilihat dari Jalan Gatot Subroto di sebelah timur. Karena gelombang demokrasi, beberapa kali pintu utama pernah jebol oleh kuatnya aksi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat sehingga pemagaran komplek DPR/MPR diperkokoh.
Kami sangat senang dapat berkunjung ke DPR, karena kami dapat melihat langsung ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat anggota dewan bersama Presiden. Kunjungan kami di Gedung DPR memakan waktu dua jam. Kami melanjutkan wisata menuju ke salah satu tempat yang begitu banyak cerita yang bisa kami dapatkan yaitu Monumen Pancaila Sakti (Lubang Buaya). Setelah tiba di tempat tujuan kami segera masuk ke wisata tersebut.

2.5.2 Monumen Pancasila Sakti (  Lubang Buaya )
            Monumen Pancasila Sakti Monumen Pahlawan Revolusi dibangun diatas tanah seluas 14,6 hektar. Monumen Pancasila Sakti atau yang dikenal dengan Monumen Pahlawan Revolusi terletak di Desa Lubang Buaya, kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sekitar 20 kilometer dari pusat kota jakarta. Di sebelah selatannya terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utaranya adalah Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, sebelah timurnya adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah baratnya, Taman Mini Indonesia Indah. Monumen Pahlawan Revolusi dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto  Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis. Keenam pahlawan revolusi tersebut adalah:
1.         Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
2.         Mayjen TNI R. Suprapto
3.         Mayjen TNI M.T. Haryono
4.         Mayjen TNI Siswondo Parman
5.         Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo Jenderal TNI A.H.
6.         Brigjen TNI DI Panjaitan
Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Monumen yang terletak di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur ini, berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G30S – PKI, seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi. Isi Monumen antara lain :
a.         menggambarkan peristiwa-peristiwa kekejaman PKI di beberapa wilayah di seluruh Indonesia dalam bentuk diorama sebanyak 34 buah
b.         Menggambarkan peristiwa-peristiwa kegiatan anggota-anggota G 30 S/PKI sampai usaha pemerintah RI dalam menumpas G 30 S/PKI dalam bentuk diorama sebanyak 9 buah
c.         Koleksi-koleksi lain seperti rumah–rumah bersejarah, sumur maut Lubang Buaya, pameran taman, benda-benda relik yang berkaitan dengan peristiwa pemberontakan G.30 S/PKI
d.         Selain itu yang menarik juga terdapat tugu pahlawan revolusi berupa patung 7 jenazah yang telah gugur.
Berikut dijelaskan beberapa hal mengenai sumur lubang buaya dan tugu pahlawan revolusi yang menjadi khas dari monument pancasila sakti.
1.         Sumur Lubang Buaya
Sumur Tua Lubang Buaya, yang dijadikan sebagai tempat pembuangan jenazah Pahlawan Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Kemudian, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Di kawasan kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Pada masa itu, tanah di seputar bibir sumur tua berdiameter 75 centimeter itu berwarna merah kecokelatan dan kering.
2.         Tugu Pahlawan dan Relief
Tugu Pahlawan Revolusi terletak 45 m sebelah utara cungkung sumur maut. Patung Pahlawan Revolusi berdiri dengan latar belakang sebuah dinding setinggi 17 m dengan hiasan patung Garuda Pancasila. Dinding berbentuk trapesium tersebut berdiri diatas landasan yang berukuran 17 x 17 m2 dengan tangan yang tingginya 7 anak tangga.
Ketujuh Patung Pahlawan Revolusi berdiri berderet dengan setengah lingkaran dari barat ketimur yaitu: Patung Brigjen TNI Soetodjo Siswomiharjo, Brigjen TNI D.I Panjaitan, Mayjen TNI R. Soeprapto, Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI MT. Hardjono, Mayjen TNI S.
            Mungkin banyak dari kita yang belum tahu bagaimana sejarah dari peristiwa G30S/PKI, maka dari itu di dalam monument ini juga digambarkan mengenai peristiwa-peristiwa seputar 30S/PKI dalam bentuk miniature kurang lebih sebagai berikut.

PERISTIWA REVOLUSI SOSIAL DI LANGKAT (9 MARET 1946)
            Lahirnya Republik Indonesia belum sepenuhnya diterima oleh kerajaan-kerajaan terutama yang berada di Sumatra Timur. Pada tanggal 3 Maret 1946 terjadilah Revolusi Sosial yang dilakukan oleh PKI yang tidak hanya menghapus pemerintah kerajaan pada tanggal 9 Maret 1946 PKI dibawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan menyerang istana Sultan Langit Darul Aman di Tanjung Pura

PEMBUNUHAN DI KAWEDANAN NGAWEN (BLORA) (20 SEMPTEMBER 1948)
            Pada tanggal 18 September 1948 Markas Kepolisian Distrik Ngawen (Blora) diserang oleh pasukan PKI. Dua puluh empat orang anggota polisi itu ditahan dan tujuh orang yang masih muda dipisahkan. Kemudian dating perintah dari Komandan Pasukan PKI Blora agar mereka dihukum mati. Pada tanggal 20 September 1948, tujuh orang anggota polisi dibawa ke suatu tempat terbuka dekat kakus di belakang Kawedanan. Secara bergantian para tawanan itu dibunuh dengan dua batang bamboo yang di pegangi ujungnya oleh dua orang yang di jepit ke lehernya. Ketika tawanan mengerang-ngerang kesakitan, pasukan PKI bersorak gembira. Kemudian di buang ke kakus dan di tembak.

PERISTIWA KENTUNGAN YOGYAKARTA (21 OKTOBER 1965)
            Pada tanggal 1 Oktober 1965 di Yogyakarta, G.30 S/PKI berhasil menguasai RRI, Markas Korem 072 dan megumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada sore harinya mereka menculik Komandan Korem 072, Kolonel Katamso dan Kepala Staf Korem Letnan Kolonel Sugiono dan membawanya kedaerah Kentungan. Kedua perwira tersebut dipukul dengan kunci mortar dan tubuhnya dimasukan dalam sebuah lubang yang sudah disiapkan. Kedua jenazah baru ditemukan pada tanggal 21 Oktober 1965 dalam keadaan rusak, setelah dilakukan pencarian secara intensif.

PENCULIKAN MEN/PANGAD LETJEN TNI
A. YANI ( 1 OKTOBER 1965 )
            Pukul 02.30 tanggal ! Oktober 1965 pasukan penculik G.30 S/PKI sudah berkumpul di Lubang Buaya. Pasukan dengan nama Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief. Pasukan penculik Men/Pangad Letjen TNI A. Yani memakai seragam Cakrabirawa tiba di sasaran pukul 04.00 dan berhasil melucuti regu pegawai. Mereka memasuki rumah dan bertemu dengan seorang putera Jendral A. Yani. Para penculik menyuruh anak tersebut untuk membangunkan ayahnya. Jendral A. Yani keluar dari kamar dengan berpakaian piyama. Setelah seorang penculik mengatakan bahwa bapa diminta segera menghadap Presiden. Beliau akan mandi dan berpakaian dulu. Setelah seorang anggota penculik mengatakan tidak perlu mandi dan mencuci muka pun tidak boleh. Melihat sikap yang kurang ajar itu, Jendral A. Yani marah dan menampar oknum tersebut. Beliau berbalik dan menutup pintu. Ketika itu pak Yani dibrondong dengan senjata Thomson dan gugur seketika. Kemudian tubuh Jendral A. Yani yang berlumuran darah diseret ke luar rumah dan dilempar ke atas truk, lalu dibawa ke Lubang Buaya.

PENGANIAYAAN DILUBANG BUAYA (1OKTOBER 1965)
            Pada tanggal 1 Oktober 1965 gerombolan G.30.S/PKI menculik 6 pejabat teras TNI AD dan seorang peristiwa pertama. Di Lubang Buaya tubuh mereka dirusak dengan benda-benda tumpul dan senjata tajam, yang masih hidup disiksa atau demi satu kemudian kepalanya di tembak.
Sesudah disiksa para korban dilemparkan kedalam sumur tua yang sempit. Penyiksaan dan pembunuhan itu dilakukan oleh anggota Pemuda Rakyat (PR), Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) dan ormas-ormas PKI lainnya.

PENGANGKATAN JENAZAH(4 OKTOBER 1965)
            Setelah menguasai halim perdanakusuma pasukan RPKAD melakukan gerakan ke Lubang Buaya. Setelah daerah itu diamankan, mulai melakukan pencarian jenazah perwira-perwira TNI-AD yang diculik oleh gerombolan G30S/PKI.  Sore hari tanggal 3 Oktober 1965 diperoleh petunjuk dari anggota POLRI yang pernah di tawan oleh grombolan G.30S/PKI. Ia memberitahu bahwa perwira-perwira tersebut sudah dibunuh dan jenazahnya dikubur di sekitar tempat pelatihan musuh. Ternyata jenazah dimasukan kedalam sumur tua, lalu ditimbun dengan sampah kering, daun-daun singkong secara berselang-seling. Pengangkatan jenazah dilakukan pada tanggal 4 Oktober 1965 oleh anggota-anggota Kesatuan Intai Para Amfibi (KIPAM) dari mariner (KKO-TNI-AL) dan anggota RPKAD. Pengangkatan jenazah tersebut disaksikan oleh mayor Jendral TNI Soeharto.

FOTO-FOTO PARA PAHLAWAN REVOLUSI
            Tujuh foto pahlawan revolusi setengah badan dalam ukuran besar yaitu foto Letjen TNI A. Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI MT. Hardjono, Mayjen TNI S. Parman, Brigjen TNI D.I. Penjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomihardjo dan Lettu Pierre Andries Tandean.

SUMUR MAUT
            Partai Komunis Indonesia ingin merebut kekuasaan Pemerintah Indonesia dengan menggunakan aksi kekerasan yaitu melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi dan satu perwira pertama yang terjadi pada tanggal 1 oktober 1965
            Setelah diculik, tujuh perwira tersebut dibawa ke desa Lubang Buaya di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Dari ke tujuh perwira tersebut, empat diantaranya masih dalam keadaan hidup. Sesampainya dilubang buaya, ke empat perwira yang masih hidup disiksa beramai-ramai secara keji dan biadab oleh gerombolan G.30S/PKI kemudian dibunuh satu persatu.
Jenazah ke tujuh perwira tersebut kemudian dimasukan kedalam sebuah sumur tua dengan kedalaman 12 m dan berdiameter 75 cm dengan posisi kepala di bawah. Selanjutnya para gerombolan G.30S/PKI menutup sumur dengan timbunan batang-batang pisang, sampah secara berselang seling beberapa kali dan terakhir sumur tersebut ditutup dengan tanah diatasnya. Sebagai tipuan mereka menggali     Lubang-lubang sehingga dapat menyesatkan bagi orang-orang yang akan mencari jenazah ke tujuh perwira tersebut.Dari sumur tua ditemukan tujuh jenazah yaitu Letnan Jenderal TNI A. Yani, Mayor Jenderal S. Parman, Mayor Jenderal TNI MT. Hardjono, Mayor Jenderal TNI Soeprapto, Brigadir Jenderal TNI Soetodjo Siswomihardjo, Brigadir Jenderal D.I. Pandjaitan, dan Letnan Satu Pierre Andries Tendean. Berkat kerja keras dari satuan-satuan ABRI, jenazah-jenazah tersebut dapat diangkat pada tanggal 4 Oktober 1965 dalam keadaan rusak akibat penganiayaan secara kejam di luar batas-batas kemanusiaan.
            Demikian ulasan mengenai rangkaian peristiwa seputar G30S/PKI, adapun kesan yang kami peroleh dari mengunjungi monumen pancasila sakti ini yaitu kami merasa sangat bangga akan pahlawan-pahlawan yang bersedia gugur di dalam media perang demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam monumen ini, kita dapat melihat bagaimana kejinya komunis dalam membunuh pahlawan-pahlawan revolusi yang berusaha mempertahankan kemerdekaan.
Setelah memasuki monumen kami makan siang di area parkiran Lubang Buaya dengan nasi kotak. Dengan porsi nasi yang pas, cukup membuat perut kami menjadi kenyang. Ditemani dengan cuaca yang sangat panas.
Perjalanan dilanjutkan menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tujuan kami kesini untuk menonton film di Tetaer IMAX Keong Emas. Sudah tak sabar rasanya untuk melihat film yang diputar dan ditayangkan dengan layar yang berukuran sangat besar itu. Akhirnya tiba juga kami di TMII.

2.5.3 Teater IMAX Keong Emas, TMII
            Perjalanan ke Taman Mini Indonesia Indah. Di sana kami disambut oleh badut-badut. Disana kami melihat anjungan dari beberapa daerah. Water boom kecil. Taman Mini merupakan kawasan wisata yang bertujuan untuk memperlihat budaya-budaya lain. Taman Mini ini dibuat oleh Almarhumah Hj. lbu Tien Soeharto. Terlihat disana museum pesawat.
            Teater Imax Keong Emas didirikan atas prakarsa Almarhumah Hj. lbu Tien Soeharto, dan mulai dioperasikan pada tanggal 20 April 1984 yang dimaksudkan sebagai sarana rekreasi yang mendidik guna memperkenalkan kekayaan alam dan budaya bangsa melalui tanyangan film (audio-visual) layar raksasa dengan menggunakan kecanggihan teknologi sinematografi modem Proyektor IMAX dengan memutar film dengan judul "Kasih Sayang kepada Binatang ". Di sana benar-benar terasa nyata dan gambarnya seperti keluar. Teater Imax Keong Emas berada di areal TMII arah sebelah selatan Plaza Tugu Api.
            Setelah menonton film Teater IMAX Keong Emas kami melanjutkan perjalanan menuju pusat sepatu Cibaduyut. Sebelum kami sampai di tempat tujuan kami melewati jalan yang besar yang disebut dengan Tol. Tol yang kami lewati bernama Tol Cipularang dimana disana banyak terdapat kebun teh yang biasanya kita lihat di televisi. Kami menempuh perjalanan ke Bandung selama delapan jam.



2.5.4 Pusat Sepatu Cibaduyut, Bandung
Menyebut  nama Cibaduyut, maka yang langsung terlintas adalah sepatu dan jaket serta berbagai accsesoris yang terbuat dari bahan kulit. Lokasi ini bertempat di pusat kota Bandung yang dulu dikenal dengan sebutan Paris Van Java. Cibaduyut berada di daerah selatan Bandung atau kira-kira dari pusat kota sekitar 30 menit. Kawasan ini awalnya terkenal dengan sentral sepatu kulit. Wisatawan domestik yang menggunakan tranportasi darat, bisa keluar melalui Tol Kopo atau Tol Mochammad Toha. Berbagai oleh-oleh sebagai ciri khas kota Bandung bisa Anda dapatkan disini, seperti peyeum, dodol, opak, dan lain-lain. Untuk menuju ke Cibaduyut, memang tidak sulit. Di tandai dengan patung sepatu yang besar di depan perempatan sebelum memasuki jalan Cibaduyut, Bandung. Itulah ciri khas sebagai pertanda bahwa kita sudah memasuki lokasi. Patung Sepatu merupakan lambang dari Jalan Cibaduyut, bahkan satu-satunya yang ada di kota Bandung.
Sepatu, tas dan dompet merupakan salah satu accsesoris yang selalu digunakan dan dibawa, baik bagi pria maupun wanita. Bandung merupakan salah satu sentral pembuatan accsesoris tersebut. Cibaduyut juga dikenal sebagai deretan toko terpanjang di Asia. Sepanjang Jalan Cibaduyut, banyak berdiri toko-toko yang menjual dan menerima pesanan sepatu. Keistimewaan dari Cibaduyut, bisa melakukan pemesanan. Harganya pun bervariasi. Jika Cibaduyut terkenal akan sentral sepatu dan tas, ada wilayah lain di Bandung yang juga terkenal dengan produk jeans, yaitu Cihampelas, Bandung.
Di wisata perbelanjaan Cibaduyut ini kami dimanjakan oleh pernak-pernik oleh-oleh yang sangat banyak variasinya. Kami berbelanja di tempat ini diberikan waktu selama dua jam, dengan kondisi cuaca hujan. Setelah puas kami berbelanja di Cibaduyut kami kembali melanjutkan perjalan ke Yogyakarta. Di tengah perjalanan kami mampir untuk makan malam di rumah makan Sukahati Cipacing. Sesudah semua selesai menikmati makan malam rombongan kami melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta yang dikenal dengan adat Jawanya. Pada kali ini kami tidak menginap di hotel melainkan kami tidur semalaman di bus sambil menunggu hari esok tiba.
2.6   Pejalanan menuju Yogyakarta ( 20 Desember 2012 )
Matahari menyambut pagi yang cerah  kami pun tiba di tempat tujuan dimana kami akan sarapan pagi dan transit (mandi, ganti pakaian) di rumah makan Ambar Ketawang Wates. Setelah semua selesai sarapan pagi kami bergegas menuju wisata yakni Museum Dirgantara TNI AU, Kebun Binatang Gembira Loka, Candi Borobudur dan Malioboro. Kami sangat antusias dalam mengujungi beberapa wisata yang belum pernah kami kunjungi.
2.6.1        Museum TNI  AU Dirgantara
Lokasi Museum berada di Jl. Kolonel Sugiyono komplek Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta, 10 km kearah timur dari pusat kota atau sebelah timur jembatan laying janti. Museum ini lebih dikenal dengan nama Museum Dirgantara. Museum ini menempati area seluas kurang lebih 5 Ha dengan luas bangunan sebesar 7.600 m2. Museum ini merupakan museum terbesar dan paling lengkap koleksinya yang mengiungkap sejarah keberadaan TNI AU di Indonesia.  Dan pada tanggal 29 juni 1978 bertepatan dengan Peringatan Hari Bhakti TNI AU Museum ini diresmikan oleh Marsekal Ashadi Tjahjadi menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
Dari waktu ke waktu koleksi museum ini bertambah dan membuat ruangan museum tidak memadai lagi untuk menyiompan koleksi koleksi tersebut maka museum kemudian dipindahkan lagi ke Gudang bekas pabrik gula di Woonocatur yang masih berada dalam kawasan Landasan Udara Adisutjipto. Gudang ini dulunya pada saat zaman Jepan digunakan sebagai hangar pesawat dan gudang senjata. Peresmian tempat yang baru ini dilakukan oleh Kepala Staff TNI AU , Marsekal TNI Sukardi pada tanggal 29 Juli 1984.
Koleksi Museum saat ini sudah mencapai ribuan, diantaranya alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) dengan banyak ragam, puluhan model pesawat, radio pemancar dan radar, model pakaian dinas TNI AU, Diorama dan masih banyak koleksi foto maupun prasasti yang lain. Memasuki halam museum kita akan disambut oleh Pesawat tempur A4-E Skyhawk yang dipajang didepan gedung Museum, ini merupakan koleksi terbaru dari museum ini. Jenis pesawat ini dimiliki TNI AU sebanyak 37 unit hingga tahun 2003, yang kemudian beberapa digantikan oleh jenis pesawat Sukhoi type Su-27SK dan Su-30MK.
Begitu banyaknya koleksi Museum ini maka koleksi Museum ini dikelompokkan dalam tujuh ruangan yang berbeda yakni Ruangan Utama, Ruang Kronologi I, Ruang Kronologi II, Ruang Alutsista, Ruang Paskhas, Ruang Diorama, dan Ruang Minat Dirgantara.
Begitu memasuki Gedung Museum terdapat 4 patung tokoh perintis TNI AU yakni, Marsekal Muda Anumerta Agustinus Adisutjipto, Marsekal Muda Anumerta Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Marsekal Muda Anumerta Abdul Halim Perdanakusuma dan Marsekal Muda Anumerta Iswahjudi. Selanjutnya Diruangan Kronologi I anda dapat menyaksikan foto serta informasi mengenai pembentukan Angkatan Udara Indonesia. Diantaranya penerbangan perdana pesawat merah putih tanggal 27 Oktober 1945, pembentukan sekolah penerbangan yang pertama di Maguwo tanggal 7 nopember 1945 yang dipimpin A. Adisutjipto, Operasi Seroja, pembentukan TRI Angkatan Udara dan masih banyak koleksi lainnya.  Ruangan Selanjutnya yakni Ruang Paskhas berisi tentang beberapa Pakaian dinas yang dikenakan TNI AU, baik pakaian tempur, Dinas harian ataupun pakain tugas penerbangan.
Kami pun sempat mengambil gambar sambil berfoto-foto bareng bersama teman-teman. Namun, ada dari beberapa teman kami yang menunggu di dalam bus karena cuaca pada saat itu sangat panas. Cuaca ini berbeda sekali dengan kondisi di Bandung yang diguyur hujan. Selain itu juga kondisi teman-teman yang lelah, sehingga beberapa teman-teman memilih diam di dalam bus. Setelah mengunjungi tempat tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju Kebun Binatang Gembira Loka.

2.6.2 Kebun Binatang Gembira Loka
Gembira Loka adalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah aliran sungai Gajah Wong. Sejarah Kebun binatang ini cukup menarik. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas. Kebun binatang Gembira loka kini memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Setiap tahunnya ada tambahan penghuni. Sudah beberapa kali binatang gajah melahirkan anaknya, juga binatang langka Komodo telah menetaskan telurnya.
Di Gembira Loka orang dapat bersuka ria dengan santai menggunakan perahu boad yang disediakan di telaga tersebut. Disamping dapat menikmati bermacam-macam jenis pohon yang tumbuh melengkapi keberadaan kebun raya yang merupakan taman mini yang menawan. Gembira Loka Zoo terletak di Propinsi Jogjakarta, sekitar 20 menit dari Keraton Yogjakarta dan Malioboro dari arah barat, sementara dari arah timur berjarak perjalanan sekitar 30 menit dari Prambanan, yang terdapat wisata candi Sewu dan Prambanan serta candi Plaosan yang ada di utara dan Istana Ratu Boko yang berada di sebelah selatan. Selain menjadi tempat bersantai bersama keluarga, Bonbin Gembira Loka juga bisa menjadikan arena pembelajaran tentang aneka satwa bagi para anak-anak. Meraka bisa berpetualang mengenal lebih dekat dan nyata tentang aneka satwa, makanan satwa, habitat, dan bermacam ilmu pengetahuan yang menarik untuk disaksikan di alam nyata. Untuk mencapai Bonbin Gembira Loka cukup mudah karena plang jalan sudah menunjukan arah yang tepat untuk menuju tempat itu. Harga tiket masuk Bonbin Gembira Loka pun cukup terjangkau semua khalayak, hanya Rp. 12.000,- perorang dewasa, tiket untuk hari libur sedikit tambahan menjadi Rp. 15.000,-.
Disana kita menyempatkan diri untuk berfoto-foto bersama teman-teman maupun bersama guru-guru. Selain itu kita juga dapat memegang salah satu binatang yang jinak yaitu ular. Setelah kami puas mengelilingi kebun binatang tersebut kami langsung berangkat menuju Candi Borobudur.
2.6.3 Candi Borobudur
            Banyak buku – buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu didirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli dari Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga ) menunjukan huruf sejenis dengan yang didapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke - 9 dari bukti–bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.
            Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya periode antara abad ke – 8 dan pertengahan abad ke – 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng – lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran – dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu
Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.
            Candi Borobudur di bangun mengunakan batu Adhesit sebanyak 55.000 bangunan Candi Borobudur berbentuk limas yang berundak – undak dengan tangga naik pada ke – 4 sisinya ( Utara, selatan, Timur Dan Barat ) pada Candi Borobudur tidak ada ruangan di mana orang tak bisa masuk melainkan bisa naik ke atas saja. Lebar bangunan Candi Borobudur 123 M Panjang bangunan Candi Borobudur 123 M. Pada sudut yang membelok 113 M Dan tinggi bangunan Candi Borobudur 30,5 M. Pada kaki yang asli di di tutup oleh batu Adhesit sebanyak 12.750 M3 sebagai selasar undaknya. Candi Borobudur merupakan tiruan dari kehidupan pada alam semesta yang terbagi ke dalam tiga bagian besar di antaranya :
a)      Kamadhatu: Sama dengan alam bawah atau dunia hasrat dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat bahkan di kusai oleh hasrat kemauan dan hawa nafsu, Relief – relief ini terdapat pada bagian kaki candi asli yang menggambarkan adegan – adegan Karmawibangga ialah yang melukiskan hukum sebab akibat.
b)      Rupadhatu: Sama dengan alam semesta antara dunia rupa dalam hal manusia telah meninggalkan segala urusan keduniawian dan meninggalkan hasrat dan kemauan bagian ini terdapat pada lorong satu sampai lorong empat
c)      Arupadhatu: Sama dengan alam atas atau dunia tanpa rupa yaitu tempat para dewa bagian ini terdapat pada teras bundar ingkat I, II, dan III beserta stupa induk.
·                     Patung
            Di dalam bangunan Budha terdapat patung – patung Budha berjumlah 504 buah diantaranya sebagai berikut:           
Patung Budha yang terdapat pada relung – relung : 432 Buah
Sedangkan pada teras – teras I, II, III berjumlah : 72 Buah
Jumlah : 504 Buah
Agar lebih jelas susunan – susunan patung Budha pada Budha sebagai berikut:
1.
Langkah I Teradapat                                   : 104 Patung Budha
2. Langkah II Terdapat                                   : 104 Patung Budha
3. Langkah III Terdapat                                 : 88 Patung Budha
4. Langkah IV Terdapat                                 : 22 Patung Budha
5. Langkah V Terdapat                                   : 64 Patung Budha
6. Teras Bundar I Terdapat                             : 32 Patung Budha
7. Teras Bundar II Terdapat                           : 24 Patung Budha
8. Teras Bundar III Terdapat                          :           16            Patung          Budha

Jumlah : 504 Patung Budha


            Sekilas patung Budha itu tampak serupa semuanya namun sesunguhnya ada juga perbedaannya perbedaan yang sangat jelas dan juga yang membedakan satu sama lainya adalah dalam sikap tangannyayang di sebut Mudra dan merupakan ciri khas untuk setiap patung sikap tangan patung Budha di Candi Borobudur ada 6 macam hanya saja karena macam oleh karena macam mudra yang di miliki menghadap semua arah (Timur Selatan Barat dan Utara) pada bagian rupadhatu langkah V maupun pada bagian arupadhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama maka jumlah mudra yang pokok ada 5 kelima mudra it adalah Bhumispara – Mudra Wara – Mudra, Dhayana – Mudra, Abhaya – Mudra, Dharma Cakra – Mudra.
·                     Patung Singa
            Pada Candi Borobudur selain patung Budha juga terdapat patung singa jumlah patung singa seharusnya tidak kurang dari 32 buah akan tetapi bila di hitung sekarang jumlahnya berkurang karena berbagai sebab satu satunya patung singa besar berada pada halaman sisi Barat yang juga menghadap ke barat seolah – olah sedang menjaga bangunan Candi Borobudur yang megah dan anggun.
·               Stupa-Stupa Induk
            Berukuran lebih besar dari stupa – stupa lainya dan terletak di tengah – tengah paling atas yang merupakan mhkota dari seluruh monumen bangunan Candi Borobudur, garis tengah Stupa induk + 9.90 M puncak yang tertinggi di sebut pinakel / Yasti Cikkara, terletak di atas Padmaganda dan juga trletak di garis Harmika.
·                     Stupa Berlubang / Terawang
            Yang dimaksud stupa berlubang atau terawang ialah Stupa yang terdapat pada teras I, II, III di mana di dalamnya terdapat patung Budha. Di Candi Borobudur jumlah stupa berlubang seluruhnya 72 Buah, stupa – stupa tersebut berada pada tingkat Arupadhatu
Teras I terdapat                        32       Stupa
Teras II terdapat                       24       Stupa
Teras III terdapat                     16       Stupa
Jumlah                                      72       Stupa
·                     Stupa kecil
Stupa kecil berbentuk hampir sama dengan stupa yang lainya hanya saja perbedaannya yang menojol adalah ukurannya yang lebih kecil dari stupa yang lainya, seolah – olah menjadi hiasan bangunan Candi Borobudur keberadaanstupa ini menempati relung – relung pada langkah ke II saampai langkah ke V sedangkan pada langkah I berupa Keben dan sebagian berupa Stupa kecil jumlah stupa kecil ada 1472 Buah.
·                     Relief
            Relief Karmawibhangga bagian yang terlihat sekarang ini tidaklah sebagaimana bangunan aslinya karena alasan teknis maupun yang lainya maka candi di buatkan batu tambahan sebagai penutup Relief Karmawibhanga yang terdapat pada bagian Kamadhatu berjumlah 160 buah pigura yang secara jelas menggambarkan tentang hawa nafsu dan kenikmatan serta akibat perbuatan dosa dan juga hukuman yang di terima tetapi ada juga perbuatan baik serta pahalanya. Yang di perlihatkan pada relief – relief itu antara lain:
- Gambaran mengenai mulut – mulut yang usil orang yang suka mabuk – mabukan, perbuatan-perbuatan lain yang mengakibatkan suatu dosa.
- Perbuatan terpuji,  gambaran mengenai orang yang suka menolong Ziarah ke tempat suci bermurah hati kepada sesama dan lain – lain yang mengakibatkan orang mendapat ketentraman hidup dan dapat pahala.
            Setelah selesai keliling di kawasan Candi Borobudur, kami segera balik ke bus. Ketika perjalanan menuju tempat di mana bus kami parkir, terdapat banyak kios-kios yang menjual cendramata khas Jogja dan Candi Borobudur. Seperti gantungan kunci,miniatur candi,aksesoris,dan lainnya. Sama halnya di Prambanan,kesempatan ini kami gunakan untuk berbelanja atau hanya sekedar melihat-lihat saja.
            Ada hal yang cukup menarik yang kami alami saat itu. Di kawasan wisata Candi Borobudur itu, banyak pedagang yang berjualan menawarkan barang dagangannya. Mereka menggunakan sistem paksa saat berjualan. Jadi kami sebelumnya sudah diberitahu oleh kakak pendamping bus, jika tidak berminat untuk membeli jangan mencoba-coba untuk menawar barang dagangan mereka. Apa yang terjadi ? Salah satu teman kami dikejar-kejar oleh penjual disana. Dan kami hanya bisa berjalan mendahuluinya sambil menertawai eksperi wajahnya saat diikuti oleh penjual disana.
            Perjalanan di hari kedua yang cukup melelahkan itu masih berlanjut. Kini tujuan kami yaitu Malioboro. Disana kami berbelanja membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah.

            2.6.4 Malioboro
            Malioboro terletak di Yogyakarta. Terkenal dengan pasar malam. Di sana banyak di jual pakaian batik dan barang-barang unik lainnya. Harganya bisa dijangkau. Banyak pilihan dengan jenis yang berbeda-beda. Kami berusaha untuk mendapatkan yang paling murah.
            Sebenarnya malioboro adalah kawsan jalan raya yang ditutup pada malam hari. Para pedagang yang ingin berjualan mereka dapat menggelar dagangan mereka dipinggir jalan. Barang yang ditawarkan pun beragam. Dari pakaian sampai jajanan khas Jogja. Tidak hanya itu, di Malioboro dapat kita lihat seniman Jogja menampilkan aksinya. Seperti teatrikal,musikalisasi puisi,atau memainkan alat musik khas Jawa Tengah seperti gamelan dan lainnya.
            Ditemani rintikan hujan kami beserta rombongan langsung meninggalkan Malioboro dan menuju ke restoran untuk makan malam. Dan setelah itu, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kami semua beristirahat untuk mala mini di dalam bus sampai esok pagi tiba di kota Bandung. Seperti biasa harapan kami untuk hari esok semoga lebih menyenangkan dibandingkan hari kedua ini.
            Setelah dari malioboro kami langsung menuju Hotel Andika Putra. Dimana bus 1 dan bus 2 menempati Hotel Andika Putra 1 sedangkan bus 3 dan bus 4 menempati Hotel Andika Putra 2. Dan ini merupakan hari terakhir kami menginap di Hotel.
            Sesudah kami sampai di Hotel kami langsung mengangkat barang-barang dari bus menuju Hotel dan acara bebas. Keesokan harinya kami bersiap-siap untuk meninggalkan hotel dan langsung menuju Keraton Yogyakarta.

2.7 Perjalanan menuju Jateng ( 21 Desember 2012 )
            Setelah kemarin kami mengunjungi Candi Borobudur yang dikenal oleh seluruh dunia yang disebut sebagai Tujuh Keajaiban Dunia, hari ini kami chekout dari hotel kemudian berangkat menuju wisata yang tak kalah menariknya dengan hari-hari sebelumnya. Kami beserta rombongan jalan-jalan ke salah satu adat-istiadat Yogya yang kental akan budayanya yakni Keraton Yogyakarta. Selain itu juga kami berwisata ke candi yang dimana tak kalah indahnya dengan Candi Borobudur yang kami kunjungi kemarin, candi itu bernama Candi Prambanan. Selanjutnya kami ke Museum Fosil Sangiran / Ke Tawang Mangu.

            2.7.1 Keraton Yogyakarta
      Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
            Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.
            Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta.
            Bagian-bagian dari keraton itu sendiri banyak. Krapyak adalah sebuah gambaran dari tempat asal roh – roh. Disebalah utaranya terletak kampong mijen, berasal dari perkataan Wiji ( Benih). Jalan lurus ke utara, kanan kiri dihiasi  dengan pohon Asem dan Tanjung menggambarkan kehidupan Sang Anak yang lurus, bebas dari rasa sedih dan cemas, rupanya “ nengsemaken” ( menarik) serta disanjung- sanjung selalu, istimewa oleh ibu bapanya.
            Pelengkung Gading atau Plengkung Nirbaya. Plengkung ini menggambarkan batas periode sang anak menginjak dari masa kanak-kanak ke masa puber. Rupa dan tingkahnya msih nengsemaken (pohon asem) apa lgi suka menghias diri ( nata sinom0. Sinom adalah daun asem yang masih muda, rupanya huijau muda, sangat menarik, tetapi berarti juga rambut halus-halus di dahi pemudi. Sinom itu selalu dipelihara dengan cermatoleh pemudi-pemudi, karena dapat menambah kecantikannya.
            Alun-alun selatan. Disini kita lihat 2 pohon Beringin, bernama “ wok”. Berasal dari kata “Bewok”. Dua pohon beringin di tengah-tengah alun-alun menggambarkan bagian badan kita yang rahasial sekali, maka dari itu itu diberi pagar batu bata.“Jumlahnya”, yaitu , menunjukkan laki-laki, “ Namanya” yaitu “ Supit Urang” menunjukkan perempuan. Lima buah jalan raya yang bertemu satu sama lainnya disini menggambarkan panca indra kita. Tanah berpasir artinya belum teraru, lepas satu sama lainnya. Apa yang kita tenggap dengan panca indra kita belum teratur. Nanti kalau ada sesuatu perhatian, barulah teratur.
Keliling alun-alun ditanami pohon Kweni dan Pakel, artinya sang anak sudah wani (berani) karena sudah “ akil baligh”.
            Siti Hingil,. Disini ada sebuah Trateg atau tempat istirahat beratap anyaman bambu. Kanan-kiri tumbuh pohon-pohon gayam dengan daun-daunnya yang rindang serta bunga-bunganya yang harum wangi. Siapa saja yang berteduh dibawah tratag itu akan merasa aman, tenteram, senang dan bahagia. Menggambarkan rasa pemuda-pemudi yang sedang dirindu cinta asmara. Ditengah-tengah dahulu ada pendoponya dan di tengah-tengah lantai ada selo-gilangnya, tempat singgasana Sri Sultan. Kanan-kiri tempat duduk kerabat keraton dan abdi dalem lain-lainnya, pria wanita berkumpul menghormati Sri Sultan. Menggambarkan pemuda-pemudi duduk bersanding di kursi temanten. Pohon-pohon yang ditanam disini ialah pohon Mangga Cempora serta Soka. Kedua pohon ini mempunyai bunga yang halus panjang berkumpul menjadi satu, ada yang merah ad yang putih, gambaran dari bercampurnya benih manusia laki dan perempuan.
            Kanan- kiri pendopo Sitihinggil, di halaman sebelah timur dan barat ada kamar mandinya. Sitihinggil ini dilingkari oleh sebuah jalan, Pamengkang namanya. Mengkang adalah keadaan kaki kita, kalau terletak sedikit jauh satu sama lainnya.
            Kalau ingin melanjutkan perjalanan terus ke utara, maka sampailah kita di halaman Kemandungan. Pohon yang ditanam disini ialah Pohon Kepel, Pelem ( mangga), Cengkir Gading serta Jambu Dersono.Menggambarkan benih dalam kandungan sang ibu. Photon Pelem menggambarkan pada gelem, atas kemauan bersama. Jambu Dersono dari kadersan sihing sesama. Menggambarkan karena diliputi oleh kasih cinta satu sama lain. Pohom Kepel darin perkataan kempel atau kempal, menggambarkanbersatunya kemauan, bersatunya benih,, bersatunya rasa, bersatunya cita-cita. Cengkir gading adalah sejenis pohon kelapa dan kecil bentuknya. Dipakai pada upacara “ mitoni” yaitu memperingati Sang Bayi sudah tujuh bulan di kandungan.
Jalan kecil dari sini ke kanan dan ke kiri menggambarkan pengaruh-pengaruh negative yang dapat mengganggu pertumbuhan Sang Bayi.
            Melalui Regol Gadungmlati, sampailah kita di Kemagangan. Jalan disni menyempit (dibuat sempit) kemudian melebar dan terang benderang. Suatu gambaran anatomis yang tepat sekali. Menggambarkan Sang Bayi telah dengan selamat menjadi magang (calon) manusia. Kepadanya telah tersedia makan yang cukup, digambarkan dengan adanya dapur kraton Gebulen dan Sekullanggen. Jalan besar kana-kiri kemagangan menggambarkan juga pengaruh negative atau positif atas perkembangan sang anak. Hendaknya Sang Anak dididik mengarahkan cita-citanya lurus ke utara, ke kraton, tempat bersemayam Sri Sultan. Disini ia dapat mencapai yang dicita-citakannya, asal mau bekerja dengan baik, patuh pada peraturan-peraturan, setia dan selalu ingat dan mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Murah. Semua ini digambarkan oleh apa yang kita lihat dikraton sampai sekarang ini. Misalnya lampu kraton Kyai Wiji, menggambarkan, “Sinar yang tak pernah padam” atau menurut Dr. F. Pigeand dan Dr. L. Adam, bekas Gubernur Yogyakarta : “Het eeuwige van onze geest”
            Waktu berkunjung ke Keraton pun usai. Kami semua sangat senang bisa pergi ke Keraton. Banyak ilmu yang kami dapatkan dan pemahaman lebih dalam tentang budaya Indonesia khususnya budaya Jawa Tengah. Sebelum menuju ke Candi Prambanan, Les Tour kami mengajak kami ke Bakpia Djava. Di Oleh-Oleh Bakpia Djava kami sekedar membeli jajanan khas Yogya yang diberikan waktu selama 30 menit, kemudian rombongan melanjutkan kembali perjalanan ke Candi Prambanan. Sekitar pukul 13.00 WIB kami tiba di Candi Prambanan, dan segera memasuki wilayah candi, tapi sebelum masuk kami disarankan untuk menggunakan kamben sebagai simbul kesopanan untuk memasuki wilayah candi. Selain itu juga, kami disarankan oleh pemandu bus kami yaitu “Om Made” bahwa saat memasuki area candi tidak diperkenankan mengajak pasangan ke area tersebut meskipun itu melalui via SMS, jika hal ini dilanggar konon katanya pasangan tersebut akan mengalami “putus cinta”. Namun bagi pasangan yang sudah resmi alias sudah nikah dibolehkan memasuki area tersebut dan hubungannya konon katanya “langgeng” seumur hidup.

            2.7.2 Candi Prambanan             
            Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, berketinggian 47 meter, dibangun pada abad 9. Letaknya berada 17 km arah timur Yogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo. Candi yang utama terdiri dari Candi Siwa (tengah), Candi Brahma (selatan), Candi Wisnu (utara). Didepannya terletak Candi Wahana (kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti; Candi Angkasa adalah kendaraan Brahma (Dewa Penjaga), Candi Nadi (Kerbau) adalah kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa Pencipta).
            Candi Prambanan dikenal kembali saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Usaha pertama kali untuk menyelamatkan Candi Prambanan dilakukan oleh Ijzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1902 baru dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp untuk candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma. Perhatian terhadap candi Prambanan terus berkembang. Pada tahun 1933 berhasil disusun percobaan Candi Brahma dan Wisnu. Setelah mengalami berbagai hambatan, pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar. Candi Brahma mulai dipugar tahun 1978 dan diresmikan 1987. Candi Wisnu mulai dipugar tahun 1982 dan selesai tahun 1991. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi perwara yang berada di depan candi Siwa, Wisnu dan Brahma beserta 4 candi kelir dan 4 candi disudut / patok.
            Kompleks Candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya pada abad ke-9. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Agama Hindu mengenal Tri Murti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta, Dewa Wisnu sebagai Sang Pemelihara, Dewa Shiwa sebagai Sang Perusak. Bilik utama dari candi induk ditempati Dewa Shiwa sebagai Maha Dewa sehingga dapat disimpulkan candi Prambanan merupakan candi Shiwa. Candi Prambanan atau candi Shiwa ini juga sering disebut sebagai candi Loro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung, putri Prabu Boko, yang membangun kerajaannya diatas bukit di sebelah selatan kompleks Candi Prambanan.
            Bilik candi induk yang menghadap ke arah utara berisi patung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari putri cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu buah patung dalam waktu satu malam.
            Demikian penjelasan singkat mengenai Candi Prambanan yang kami kunjungi pada tanggal 21 Desember 2012 lalu. Walaupun cuacanya begitu panas, tapi keindahan yang kami rasakan, sungguh membuat kami merasa ingin berlama–lama disana. Sempat-sempatnya banyak dari kami yang mengambil foto beberapa candi disana dan dirinya sendiri baik dengan kamera handphone maupun lewat jasa fotografer keliling.
            Kurang lebih dua jam lamanya kami dan rombongan berada di Candi Prambanan. Terdengar suara dari pemandu tour menginformasikan bahwa waktu kunjungan telah selesai. Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIB, dan kami langsung menuju parkir yang jarak menuju parkir cukup jauh.
            Selama perjalanan menuju parkir, banyak pedagang yang menjual oleh-oleh seperti gantungan kunci, miniatur candi, aksesoris, dan lainnya. Beberapa dari kami pun sempat membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Setelah semua sampai di bus masing-masing perjalanan dilanjutkan ke Museum Fosil Sangiran / Ke Tawang Mangu, sebelum sampai di tempat tujuan kami mampir untuk makan siang di rumah makan Grafika Kalasan.
            Tepat pukul 15.30 WIB, rombongan tiba di rumah makan Grafika Kalasan  untuk makan siang bersama. Menunya kali ini sama lagi seperti yang biasanya, yaitu ayam goreng, kerupuk, sayur sup dan pastinya sudah bisa ditebak segelas teh hangat.
            Mesin bus kembali terdengar. Ini tandanya perjalanan akan dilanjutkan kembali. Tujuan kami yang ketiga adalah Museum Fosil Sangiran dan ditemani suasana hujan. Tak disangka kami beserta rombongan tidak dapat mengunjungi objek wisata yang terakhir ini. Hal ini dikarenakan waktu kunjung pada museum tersebut sudah tutup pada pukul 17.00 WIB. Namun, dengan pembatalan ini kami tidak menyesal sama sekali, di samping itu juga kondisi kami yang sudah lelah seharian jalan-jalan ke wisata sebelumnya.

2.7.3 Museum Fosil Sangiran / Tawang Mangu
Museum Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.
Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald. Lebih menarik lagi, di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga kini, relatif utuh pula. Sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan.
Karena kami tidak ke museum Fosil Sangiran ini kami langsung menuju rumah makan Utama Caruban pada pukul 19.00 WIB. Menunya pun sama tapi sedikit berbeda yaitu capcay dan pastinya tetap teh hangat.  Tak terasa selama enam hari kami lewati bersama-sama dengan penuh suka duka, hari ini hari terakhir bagi kami meninggalkan Pulau Jawa yang selanjutnya kembali ke Bali. Bisa dikatakan inilah akhir perjalanan karya wisata rombongan SMA Negeri 1 Negara.

2.8 Perjalanan menuju Bali / Pulang ( 22 Desember 2012 )
            Pukul 05.00 WIB kami terbangun dari tidur nyenyak semalaman di dalam bus. Tibalah kami dan rombongan di sebuah restoran untuk sarapan pagi. Kedatangan kami lebih awal dari yang dijadwalkan. Terpaksa kami harus menunggu selama satu jam lebih untuk sarapan. Rencananya kami tiba di rumah makan Pasir Putih  itu pukul 06.00 WIB. Namun kedatangan kami satu jam lebih awal. Akhirnya kami menunggu di restoran itu. Ada beberapa teman kami yang memilih untuk mandi, ada pula yang sibuk merapikan barang di dalam bus, ada yang mengisi baterai hp mereka, bahkan ada yang terlelap tidur di atas meja-meja di restoran itu.
            Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. Rasanya badan sudah pega-pegal semua namun perjalanan ke Bali masih akan berlanjut. Walaupun kami segera pulang, waktu yang tersisa ini tidak kami buang begitu saja. Di bus kami menyanyi bersama dan canda tawa untuk menghibur diri yang sudah mulai bosan di dalam bus. Ketika rasa ngantuk tiba, suasana bus menjadi sepi.
            Sekitar pukul 09.00 WIB kami dibangunkan dengan suasana yang macet. Kami sangka macet ini hanya macet yang tidak terlalu lama, tapi kami salah! Kami terjebak dalam suasana macet selama 9 jam pada pukul 18.00 WIB. Bayangkan lama sekali kami menunggu di dalam bus, akhirnya kekesalan kami hilang pada saat kita dapat memasuki area kapal. Kapal pun berjalan melintasi Selat Bali ini dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Sambil menunggu sampai di Pelabuhan Gilimanuk kami menyempatkan diri untuk naik ke atas kapal dengan melihat panorama yang sangat indah sehingga timbul rasa ingin berfoto-foto bersama teman-teman. Pukul 20.00 WITA rombongan karya wisata SMAN 1 Negara tiba di Jembrana. Di depan sekolah sudah ramai para orang tua dan kerabat yang menunggu kedatangan kami. Berakhirlah sudah perjalanan yang begitu menorehkan kebahagian dan kenangan indah selama sepekan ini. Semoga kelak kami bisa merasakan hal ini lagi.























BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Dari uraian laporan ini dapat disimpulkan bahwa rombongan karya wisata SMAN 1 Negara tahun ini yang diikuti oleh hampir seluruh siswa-siswi kelas XII dan beberapa dewan guru beserta pemandu kami Les Tours & Travel diadakan pada tanggal 15-22 Desember 2012. Kami dan rombongan berhasil mengujungi beberapa tempat wisata. Seperti di Jogja, kami mengunjungi Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Malioboro. Saat di Bandung kami mengunjungi Cibaduyut dan Pura Jagat Kartha yang berada di Gunung Salak, Bogor. Perjalanan juga sampai ke Jakarta. Di hari pertama kami di Bogor kami bersembahyang Pura Jagat Kartha dan mengunjungi Mega Grosir Cempaka Emas (ITC). Berlanjut dihari kedua kami mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dan DUFAN. Kegiatan disambutan dengan baik. Terbukti banyaknya lokasi yang dituju pada karya wisata tahun ini. Semuanya senang selama dalam perjalanan sepekan yang mengasyikan.

3.2 Saran-saran
            Dari pengalaman kami selama karya wisata, dapat kami sampaikan beberapa saran konstruktif:
1.   Bagi adik-adik kelas, dukunglah program karya wisata ini. Karena dengan mengikutinya, kalian akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan di masa terakhir kalian di bangku SMA bersama teman dan Bapak/Ibu guru.
2.   Sebaiknya panitia guru lebih selektif dalam memilih travel agen. Hal ini penting guna mendapatkan kenyamanan dan kepuasan dalam berekreasi. Agar biaya yang dikeluarkan setimpal dengan pelayanan pihak travel.
3.   Sebelum keberangkatan sangatlah penting untuk melakukan persembahyangan bersama secara sunggu-sungguh dan khusyuk. Agar perjalanan mendapatkan restu dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga kendala selama perjalanan terminimalisasi dan teratasi.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar